AD (728x90)

  • 2793 Pine St

    2793 Pine St

    Nulla facilisi. Cras blandit elit sit amet eros sodales, non accumsan neque mollis. Nullam tempor sapien tellus, sit amet posuere ante porta quis. Nunc semper leo diam, vitae imperdiet mauris suscipit et. Maecenas ut neque lectus. Duis et ipsum nec felis elementum pulvi...

  • 1100 Broderick St

    1100 Broderick St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus ...

  • 868 Turk St

    868 Turk St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus posuere posuere fel...

  • 420 Fell St

    420 Fell St

    Sed at vehicula magna, sed vulputate ipsum. Maecenas fringilla, leo et auctor consequat, lacus nulla iaculis eros, at ultrices erat libero quis ante. Praesent in neque est. Cras quis ultricies nisi, vitae laoreet nisi. Nunc a orci at velit sodales mollis ac ac ipsum. Na...

Showing posts with label Kisah Teladan Islam. Show all posts
Showing posts with label Kisah Teladan Islam. Show all posts

Monday, December 7, 2015

Kisah Teladan Islam - Tentang Pemboikotan Kaum Muslimin

Pemboikotan Kaum Muslimin - Dalam menjalankan dakwah Islamiyah. Nabi Muhammad dan para kaum muslimin lainnya mendapat rintangan dan halangan yang tidak sedikit dari kaum kafir Quraisy. Namun semua dihadapi dengan  sabar dan tenang.

Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad tatkala Nabi Muhammad sedang bersujud ketika Shalat, datang Abu Jahal dengan membawa batu yang besar untuk dijatuhkan kepada Nabi. Tatkala ia mengangkat batu besar tersebut, tubuhnya gemetar dan takut. Di hadapannya ada seekor unta yang besar siap untuk memakannya. Batu yang dipegangnya kemudian terjatuh dan menimpa dirinya sendiri.

Di hari yang lain Utbah bin Muit datang dengan membawa kotoran yang sangat busuk dan bau. Kemudian kotoran tersebut dilemparkan kepada Nabi Muhammad yang sedang shalat. Para sahabat tidak berani membersihkannya. Kemudian datanglah Abu Bakar menolong dengan memukulnya, sehingga Utbah terjatuh.

Segala ancaman dan siksaan Kaum Kafir Quraisy tidak menggoyahkan dakwah Nabi dan para pengikutnya. Kemudian sampailah pada puncak kemarahan kaum kafir Quraisy, yaitu dengan jalan mengucilkan dan memboikot umat Islam. Keluarga Bani Hasyim dan keluarganya Bani Muthalib pun tak luput dari pemboikotan, karena mereka mendukung umat Islam.

Pengucilan dan pemboikotan tersebut ditujukan kepada masyarakat Makkah, berisi antara lain:
  • Tidak boleh melakukan jual beli kepada Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
  • Dilarang mengadakan perdamaian dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib dan umat Islam, kecuali Muhammad diserahkan kepada mereka atau Nabi Muhammad menyerahkan diri.
  • Tidak boleh mengadakan pernikahan dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta umat Islam.
  • Dilarang berbicara, mengunjungi orang sakit dari keluarga Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
  • Tempat tinggal umat Islam dikucilkan di bagian utara kota Makkah dan dijaga oleh kaum Kafir Quraisy, sehingga mereka tidak dapat berhubungan dengan masyarakat Makkah.

Pengumuman pemboikotan tersebut ditempel pada dinding Ka’bah agar dapat dibaca dan dipatuhi oleh masyarakat Makkah. Pengumuman tersebut akan dicabut bila Nabi Muhammad diserahkan atau menyerahkan diri untuk dibunuh.

Pemboikotan tersebut membuat umat Islam sangat menderita. Timbullah kelaparan dan kemisikinan. Mereka memakan dedaunan yang sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia dan Nabi Muhammad mengganjal perutnya dengan batu dalam menahan lapar.

Setelah tiga tahun lamanya, pengumuman pemboikotan tersebut lapuk dimakan rayap dan akhirnya jatuh. Beberapa tokoh Quraisy merasa kasihan dan akhirnya pemboikotan tersebut dihapus.

(Sumber: Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM –Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 1, Zainuddin, Spdi, dkk, Hal. 70-73).




Kisah Teladan Islam - TENTANG HIJRAH KE ABBESINIA YANG PERTAMA

Agama Islam yang dibawa Nabi sedikit demi sedikit mulai diterima oleh masyarakat Makkah, pribadi Nabi yang lemah lembut serta penuh kasih sayang terhadap semua orang, menjadikan agama Islam mudah diterima. HIJRAH KE ABBESINIA YANG PERTAMA

Bagi kaum Quiraisy, ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad Saw merupakan ancaman terhadap kepercayaannya. Kaum Quraisy mempunyai kepercayaan menyembah berhala (patung Tuhan yang terbuat dari batu). Oleh karena itu, melihat pengikut Nabi makin bertambah, kaum Quraisy meningkatkan ancaman dan penganiayaannya terhadap kaum muslimin.

Begitu berat penderitaan kaum muslimin menghadapi tindakan dan perbuatan kaum kafir Quraisy. Sebagai pemimpin yang selalu melindungi masyarakatnya, Nabi bangkit untuk mencarikan tempat perlindungan yang aman bagi kaum muslimin.

Dipilihnya negeri Abbesinia (Ethuopia) sebagai tempat tinggal sementara bagi kaum muslimin. Negeri Abbesinia memiliki seorang raja yang adil dan sangat mencintai rakyatnya, yaitu Raja Najasyi (Negus) yang beragama Nasrani.

Pada bulan ketujuh tahun kelima dari kerasulan Nabi, di bawah pimpinan Usman bin Mas’un, berangkatlah 10 orang laki-laki dan 5 orang wanita menuju abbesinia. Kedatangan kaum muslimin itu disambut dengan baik oleh Raja Najasyi.

Mengetahui kaum muslimin hijrah ke negeri Abbesinia, kafir Quraisy mengirimkan surat kepada Raja Najasyi agar kaum Muslimin diusir dari Abbesinia. Raja Najasyi menolak dan meminta kepada utusan kafir Quraisy agar kembali ke Makkah, sedangkan kepada kaum muslimin Raja Najasyi memperkenankan untuk menetap di negeri Abbesinia


Feature (Side)

© 2013 Tulisan Berkesan. All rights resevered. Designed by Templateism