AD (728x90)

  • 2793 Pine St

    2793 Pine St

    Nulla facilisi. Cras blandit elit sit amet eros sodales, non accumsan neque mollis. Nullam tempor sapien tellus, sit amet posuere ante porta quis. Nunc semper leo diam, vitae imperdiet mauris suscipit et. Maecenas ut neque lectus. Duis et ipsum nec felis elementum pulvi...

  • 1100 Broderick St

    1100 Broderick St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus ...

  • 868 Turk St

    868 Turk St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus posuere posuere fel...

  • 420 Fell St

    420 Fell St

    Sed at vehicula magna, sed vulputate ipsum. Maecenas fringilla, leo et auctor consequat, lacus nulla iaculis eros, at ultrices erat libero quis ante. Praesent in neque est. Cras quis ultricies nisi, vitae laoreet nisi. Nunc a orci at velit sodales mollis ac ac ipsum. Na...

Showing posts with label Buku Cerita. Show all posts
Showing posts with label Buku Cerita. Show all posts

Tuesday, December 15, 2015

Ayam Jantan yang Cerdik dan Rubah yang Licik

Suatu senja saat matahari mulai tenggelam, seekor ayam jantan terbang ke dahan pohon untuk bertengger. Sebelum dia beristirahat dengan santai, dia mengepakkan sayapnya tiga kali dan berkokok dengan keras. Saat dia akan meletakkan kepalanya di bawah sayap-nya, mata nya menangkap sesuatu yang berwarna merah dan sekilas hidung yang panjang dari seekor rubah.

"Sudahkah kamu mendengar berita yang bagus?" teriak sang Rubah dengan cara yang sangat menyenangkan dan bersemangat.
"Kabar apa?" tanya sang Ayam Jantan dengan tenang. Tapi dia merasa sedikit aneh dan sedikit gugup, karena sebenarnya sang Ayam takut kepada sang Rubah.

"Keluargamu dan keluarga saya dan semua hewan lainnya telah sepakat untuk melupakan perbedaan mereka dan hidup dalam perdamaian dan persahabatan mulai dari sekarang sampai selamanya. Cobalah pikirkan berita bagus ini! Aku menjadi tidak sabar untuk memeluk kamu! Turunlah ke sini, teman, dan mari kita rayakan dengan gembira."

"Bagus sekali!" kata sang Ayam Jantan. "Saya sangat senang mendengar berita ini." Tapi sang Ayam berbicara sambil menjinjitkan kakinya seolah-olah melihat dan menantikan kedatangan sesuatu dari kejauhan.

"Apa yang kau lihat?"tanya sang Rubah sedikit cemas.

"Saya melihat sepasang Anjing datang kemari. Mereka pasti telah mendengar kabar baik ini dan -"
Tapi sang Rubah tidak menunggu lebih lama lagi untuk mendengar perkataan sang Ayam dan mulai berlari menjauh.

"Tunggu," teriak sang Ayam Jantan tersebut. "Mengapa engkau lari? sekarang anjing adalah teman-teman kamu juga!"
"Ya,"jawab Fox. "Tapi mereka mungkin tidak pernah mendengar berita itu. Selain itu, saya mempunyai tugas yang sangat penting yang hampir saja saya lupakan."

Ayam jantan itu tersenyum sambil membenamkan kepalanya kembali ke bawah bulu sayapnya dan tidur, karena ia telah berhasil memperdaya musuhnya yang sangat licik.
Penipu akan mudah untuk ditakut-takuti.

Keyword
Buku Cerita, buku cerita binatang, Dongeng, cerita anak, manfaat cerita untuk anak, mendidik anak melalui cerita, dongeng anak, dongeng untuk anak, manfaat dongeng, mendongeng untuk anak, 

Anjing yang Nakal

Ada seekor anjing yang sangat nakal dan jahat sehingga majikannya mengikatkan sebuah balok yang cukup berat di lehernya agar orang mengetahui kehadiran anjing tersebut dan bisa menghindari anjing itu. 

Tetapi sang Anjing yang nakal itu sangat bangga akan kalung dan balok kayu itu, dia bahkan berlari-larian sambil menyeret-nyeret balok kayu tersebut dengan ributnya untuk menarik perhatian orang lain. 

Tetapi tak ada satupun orang yang senang melihat anjing itu.
Seekor anjing lain yang melihatnya kemudian berkata "Kamu seharusnya lebih bijaksana dan berdiam diri di rumah agar orang tidak melihat balok yang dikalungkan di lehermu. 

Apakah kamu senang bahwa semua orang tahu betapa nakal dan jahatnya kamu?"

Terkenal karena kebaikan, sangatlah berbeda dengan terkenal karena kejahatan.

Keyword

Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. 

Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. 

Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.
Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah

Keyword

Angsa dan Telur Emas

Dahulu kala, ada seorang petani yang memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.

Petani tersebut mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. 

Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.

Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat dia temukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.

Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya.

Keyword

Anak-anak dan katak di kolam

Pada suatu hari, beberapa orang anak laki-laki bermain-main di pinggiran sebuah kolam di mana pada kolam tersebut hiduplah beberapa keluarga katak. Anak laki-laki tersebut bermain-main dengan cara melemparkan batu-batu ke atas permukaan kolam.

Batu-batu yang beterbangan dengan cepat di atas permukaan kolam membuat anak-anak tersebut tertawa terbahak-bahak; sedangkan katak-katak yang menghuni kolam tersebut gemetar ketakutan.

Lalu seekor katak yang paling tua dan paling berani, mengeluarkan kepalanya dari dalam air dan berkata, "Oh, anak-anak, mohon hentikanlah permainan kalian! walaupun permainan kalian merupakan hiburan bagi kalian, permainan itu bisa menyebabkan kematian bagi kami!"

Pertimbangkan dengan baik sebelum melakukan sesuatu, apakah yang anda anggap sebagai 

Keyword

Anak Penggembala dan Serigala

Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.

Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana.

Anak Penggembala dan SerigalaTuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya. 

Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, "Serigala, serigala!"

Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya. Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.

Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, "Serigala! serigala!", kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.

Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.

Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, "Serigala! serigala!" Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya. "Dia tidak akan bisa menipu kita lagi," kata mereka.
Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.

Pembohong tidak akan pernah di percayai lagi, walaupun saat itu mereka berkata benar.

Keyword

Anak Kambing dan Serigala


Seekor anak kambing yang sangat lincah telah ditinggalkan oleh penggembalanya di atas atap jerami kandang untuk menghindari anak kambing itu dari bahaya. Anak kambing itu mencari rumput di pinggir atap, dan saat itu dia melihat seekor serigala dan memandang serigala itu dengan raut muka yang penuh dengan ejekan dan dengan perasaan yang penuh kemenangan, dia mulai mengejek serigala tersebut, walaupun pada saat itu dia tidak ingin mengejek sang Serigala, tetapi karena dia merasa serigala tersebut tidak akan dapat naik ke atas atap dan menangkapnya, timbullah keberaniannya untuk mengejek.

Serigala itupun menatap anak kambing itu dari bawah, "Saya mendengarmu," kata sang Serigala, "dan saya tidak mendendam pada apa yang kamu katakan atau kamu lakukan ketika kamu diatas sana, karena itu adalah atap yang berbicara dan bukan kamu."

Janganlah kamu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu secara terus menerus


Keyword :

Monday, December 7, 2015

Cerita Bahasa Inggris - Tukang Sepatu dan Liliput ( Shoes artisan and Liliput )

Shoes artisan and Liliput - Once upon a time, in the town of Grandpa and Grandma lived a shoemaker. They are very kind. The grandfather who made the shoes while the grandmother who sell them. The money obtained from each shoe sold always bought a lot of food to be distributed and eaten by elderly people who are poor and young children who have not had a parent. Therefore even though they had toiled, they always run out of money. Because their money was gone, the remaining leather shoes, red grandfather made shoes. Grandfather said to Grandmother, "If the shoe is sold, we can buy food for the feast later.

Shortly afterwards, Gone a little girl who does not wear shoes in front of their stores. "Poor girl! Amid the cold weather like this do not wear shoes. " Finally, they give the red shoes to the little girl.

"What can make, God will help us," said the grandfather. Nightfall, they slept soundly. When that happens strange events. Emerged from the forest carrying dwarves leather shoes, took him to the home of the grandfather, then make it a very nice pair of shoes. When it was done it was back to the forest.

The next morning the grandfather was very surprised to see a pair of shoes is very great. The shoes were sold at high prices. With the sale of shoes that they prepare food and lots of prizes to be distributed to small children on the feast. "This is all the grace of the Almighty".

The next night, voices work diruang grandfather. Grandparents and peered, and see the dwarves who do not wear being made shoes. "Wow," exclaimed the old man. "It turns out that make shoes for us is the dwarf's". "They must be cold because they do not wear clothes", said the grandmother. "I'll make clothes for them as a token of gratitude". Then grandma memotongh fabric and made clothes for the dwarves. While the grandfather did not remain silent. He also made shoes untup tiny dwarves. Once finished they align shoes and aju dwarves in his office. They also set the table, prepare food and a delicious cake on the table.

At midnight, the dwarves arrive. How surprised they were to see so many meals and gifts in the workspace grandfather. "Wow, beautiful clothes!". Brand soon wearing clothes and shoes that are deliberately prepared grandparents. When finished eating, they danced happily. The following days the dwarves never dating back.

But since then, the shoes are made Grandpa always sold. So that even though they always give food to the poor and orphans, their money is still left to be saved. After the incident all, grandfather and grandmother and lived happily until the end of their lives.

Saturday, March 28, 2015

Katak Yang Suka Berlagak

Selamat datang dan terima kasih telah berkunjung di blog kami. Inilah Kumpulan, cerita knk2, kisah dan tauladan, cerita dongeng kanak2,cerita kanak-kanak, cerita motivasi kanak kanaktentang janji, kisah dongeng kanak-kanak, 1001 kisah, buku cerita kanak kanak pendek, cerita bermoral, cerita binatang untuk kanak-kanak. Inilah Kisah, Cerita Teladan baru untuk anak-anak :

---------------------------
Katak Yang Suka Berlagak
---------------------------

Basil ialah seekor katak yang besar. Ia tinggal di sebuah kolam bersama-sama dengan katak-katak yang lain. Namun katak-katak lain lebih kecil daripadanya. Ini menyebabkan Basil suka berlagak.

Ia menganggap dirinya paling hebat. “Lihat, akulah haiwan yang paling besar di dalam kolam ini!” kata Basil dengan sombongnya. Basil menganggap dirinya ketua. Katak-katak lain dikerah mencai makanan untuknya.

Pada suatu hari, katak-katak itu tidak membawa makanan untuk Basil. “Tuan, terdapat anjing yang besar di tepi kolam. Kami takut untuk keluar mencari makanan,” kata salah seekor katak. “Apa, ada haiwan yang lebih besar daripada aku?” jerit Basil dengan marah. “Betul, haiwan itu lebih besar daripada tuan!” jawab katak itu. Basil berasa sungguh marah. Ia melompat ke atas batu yang besar di tepi kolam. 

Kemudian dia menghirup udara dengan banyaknya. Perutnya mula kelihatan menggelembung. “Lihat! Adakah haiwan itu lebih besar daripada aku?” Tanya Basil. “Ya, haiwan itu lagi besar!” kata katak-katak itu. Basil semakin tidak puas hati. 

Basil terus menghirup udara. Perutnya menjadi semakin besar, seperti sebiji belon. Namun Basil masih tidak puas hati. Ia masih mahu kelihatan lebih besar daripada anjing itu. 

Ia terus menghirup udara. Tiba-tiba… “Bang!!” Bunyi yang kuat itu mengejutkan katak-katak yang lain. Mereka melihat perut Basil pecah. Akhirnya Basil mati.

Feature (Side)

© 2013 Tulisan Berkesan. All rights resevered. Designed by Templateism